Dia.

Dia, orang yang juga pernah menghiasi hari-hariku yang sendu. Orang yang pernah memberiku perhatiannya, yang membuatku tersenyum ketika mengingatnya. Dia, orang yang pernah ada disisiku ketika aku membutuhkannya. Entah di saat aku sedih, ataupun senang. Dia, orang yang pernah mencintaiku.

Namun, itu dulu. Dulu, saat dia masih mencintaiku. Dulu, saat aku masih menempati ruangan yang ada di dalam hatinya. Dulu, saat aku menjadi penting baginya. Dulu, ketika aku juga mencintainya. Dulu, ketika dia menempati tempat yang ada di hatiku. Dulu, ketika dia menjadi penting bagiku.

Hingga sekarang, aku masih mencintainya. Dia masih menempati sebuah tempat di dalam hatiku. Dia masih menjadi orang yang penting bagiku. Tapi tidak dengan dia. Aku bukan lagi orang yang dicintainya. Aku tidak lagi menempati ruangan di hatinya. Dan aku tidak lagi menjadi penting baginya.

Dia, orang yang membuatku nangis karena kepergiannya dariku. Orang yang terus selalu ada di dalam otak dan hatiku. Orang yang aku cintai, hingga saat ini.

Dia, orang yang melukiskan banyak kenangan indah di dalam hidupku. Dia, bukan kamu.

Kamu,

Kamu, orang yang bisa membuat jantungku berlarian ketika menerima pesan darimu. Orang yang sama yang juga bisa membuatku menangis di saat yang sama. Kamu. Ya, kamu. Kamu yang membuat duniaku jungkir-balik hanya dalam waktu yang singkat.

Kamu, yang mempersembahkan lagu-lagu kepada seorang perempuan yang kamu cintai. Namun, orang itu bukan aku. Ya, itu adalah kenyataan yang menyakitkan bagiku.

Kamu, yang entah mengapa sering kumimpikan. Mimpi. Ya, hanya mimpi. Kamu hanyalah mimpi bagiku. Mimpi yang tak akan mungkin pernah bisa kucapai. Kamu tak mungkin bisa kumiliki. Karena aku tahu, kamu telah menjadi milik seseorang.

Kamu, yang pernah menghiasi hari-hariku. Yang pernah mewarnai hari-hariku yang sepi dengan tawamu, dengan candamu, dengan perhatian-perhatian kecilmu.. Kamu, ya, kamu, yang pernah memberiku cinta. Kamu, yang pernah mencintaiku.

Kamu, yang dulunya sering memberiku perhatian-perhatian kecil yang bisa membuatku tersenyum kecil. Ya, itu dulu.

Kamu, yang kini mencintai dirinya. Yang kini tak lagi mencintaiku. Kamu, yang kin tidak pernah memikirkanku. Kamu, yang sekarang bahagia dengan dirinya.

Mencintaimu sama seperti melukai diriku sendiri. Mencintaimu sama seperti membunuhku dengan perlahan. Namun, entah mengapa hati ini belum bisa berhenti mencintaimu. Otak ini belum bisa berhenti memikirkanmu. Perhatianmu, candamu.. kamu. Ya, kamu adalah candu bagiku.

Heyho!!

Holaa! It’s me. Again. Haha

Ini udah blog kesekian yang gue buat. Yaa you know lah, gue suka lupa sama pass gue jadi terpaksa buat ulang lagi hehe

Oke sekian dulu postingan gue. Ntar gue bakalan post ulang postingan gue di blog sebelumnya.